Kalau Saja itu Matahari
Katanya matahari menyinari bumi
Membuat peluh yang seakan terpaksa ini jatuh perlahan menetesi ribuan jalanan berlalu
Menutup mata ketika sinarnya tak sanggup terbaca oleh kaca mata
Namun hangatnya membuat partikel partikel tubuh sekaan terbuai lemas dengan senyumannya
Itukah kau?
Kuharap iya, meski matamu redup malam tiba
Atau sekedar dinginnya salju datang melanda
Kurasa itulah kau
Matahari membagi cintanya, kurasa
Butirannya menyejukkan meskipun panasnya menyengat
Sinarnya membuat kita terharu seiring dengan berhentinya kaki melangkah
Kau tersenyum
Sesekalinya kau mencoba memainkan cinta diatas lidahmu yang nampak lincah membuai kata
Tapi tertutup kembali
Pernahkah kau dengar duniaku?
Semoga, karena selalu kuharap
Kalau saja itu matahari